Yang Al-Baqarah? Qulhu Wae Lik!

Maaf sebelumnya, nggak ada maksud menjelekkan Islam yang notabene agama yang saya peluk. Al-Quran itu mahakarya karena memang mulitafsir. Bukankah sebuah karya terindah adalah jika karya tersebut diartikan banyak macam oleh yang membacanya. Dari kasus PKS akhir-akhir ini, saya pribadi menilai ini adalah penjelmaan dari Al-Baqarah, Sapi (dan) Betina.

Ya, sudah dua bulan terakhir ini, PKS tengah dibombardir media. Kasus dugaan korupsi impor daging sapi berbuntut panjang. Menyerempet ke kasus wanita dan perselingkuhan dari para pelaku korupsi tersebut. Tak hanya itu, istilah PUSTUN (Perempuan Untuk Selingkuh Tidak Untuk diNikahi) dan Jawa Sarkia (Jawa Timur) pun terungkap ketika hasil sadapan mereka dikuak oleh media.

Ada beberapa hal yang saya dapat pelajari dari dugaan kasus korupsi PKS ini. Yang pertama, Allah sepertinya tak rela agamanya dibuat bermain politik. Dia bukalah semua kebobrokan partai berlambang dua bulan sabit di dalam Ka’bah ini. Tuhan Yang Maha Membuka ini murka, dan dibukalah semuanya.

Yang kedua, betapa kumpulan da’i politik berjenggot ini tak sepenuhnya memahami Al-Quran. Mereka hanya terhenti pada surat kedua saja, Al-Baqarah. Mereka terlalu asyik dan terlena dengan sapi (dan) betina dan enggan mempelajari Al-Quran hingga khatam.

Saya pribadi memang begitu juga. Belum mempelajari makna demi makna dalam 114 surat Al-Quran. Tapi saya nggak mau munafik dengan sok-sokan bawa nama Tuhan demi kepentingan pribadi. Nggak pake khotbah yang ndakik-ndakik, pasang jenggot tebal, jidat diitem-itemin untuk memuluskan niat pribadi saya yang kebanyakan orang nggak tahu.

Saya pribadi setuju dengan kalimat trade mark @Si_Enthong, “Qulhu Wae Lik (Al Ikhlas saja Om).” Meski tiga kata, itu bisa ditafsirkan banyak dan bagus. Daripada surat panjang, mending surat pendek saja. Tak usah dipungkiri, saat shalat jamaah, ketika Imam membacakan surat yang panjang, kita ma’mum pasti akan nggerundel dalam hati.

Dari kata yang terkesan guyonan itu, tersirat makna kalau Al-Ikhlas benar-benar lebih hebat dan berpengaruh ketimbang surat-surat yang panjang. Bukankah ada hadist riwayat dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu (konon katanya Shahih) yang menyebutkan, “Demi (Allah) yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya surah al-Ikhlas sebanding (dengan) sepertiga al-Qur’an.

Salam Qulhu Wae Lik…!!!

Sebarkan!Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

3 comments

Leave a Reply