Yang Blog Blok-an

Entah apa awalnya. Saya hanya mengamati dan pernah larut di dalamnya. Tapi yang saya tahu pasti, blok-blokan dalam komunitas blog itu masih lah tetap ada.

Sebelum saya memutuskan untuk mengambil cuti, saya juga sebenarnya bingung. Mau ikut acara yang mana? Ada dua acara kumpul blogger. Di Solo dengan ASEAN Blogger Festival sementara di Gunung Kelir acara #ngopikere. Sementara saya juga punya janjian ama teman-teman kos buat naik Semeru.

ASEAN Blogger, karena memang acara ini disupport penuh oleh Kemenlu, akan terlihat wajar kalau disetting formal dan akan banyak seminar. (Meskipun sepengetahuan saya, teman-teman panitia di Solo mencoba mengurangi seminar dan diskusinya). Namun, keberadaan teman-teman Bengawan di balik ASEAN Blogger kali ini membuat saya merasa berkewajiban harus ke sana. Mereka banyak support saya waktu #oblongmerahmuda. Support non materiil seperti telepon curhatan, pelukan, tepuk bahu, sampai ajakan nge-beer biar saya nggak stress selalu datang dari teman-teman Bengawan. Itu bagi saya memang lebih membekas ketimbang sumbangan dana dari sponsor.

Sementara #ngopikere menurut saya konsepnya lebih bagus ketimbang ASEAN Blogger. Tidak pake aturan harus pake baju ini itu, tidak ada seminar-seminaran yang bikin boring. Seperti yang saya kutip di wordpress mereka, “ngopi kere hanya sebuah istilah yang melatarbelakangi keinginan kebersamaan tanpa konsep yang muluk muluk dan didasari rasa suka rela dimana siapa saja boleh mengikuti acara tersebut dengan dasar sukarela (atas dasar suka maka harus rela).”

Saya pun kemudian jadi ambil cuti dan membatalkan acara ke Semeru dengan teman-teman kost-an. Saya pilih datang ke dua acara blogger tersebut. Rencana saya, ke Asean Blogger satu hari, lanjut #ngopikere satu hari trus balik lagi ke Solo dan pulang.

Berangkatlah saya ke Solo. Meskipun ada tebengan rombongan Bus Jawa Timur untuk Asean Blogger, saya putuskan budal sendiri. Saya kan nggak daftar peserta atau pun mau ikut acaranya. Hanya ngetok dan menjalin silaturahmi dengan blogger di sana.

Hari pertama di Solo, saya sudah coba kontak teman-teman untuk barengan ke Gunungkelir. Yah saya kan buta Jogja apalagi ke Kelir. Dengan teman-teman yang ikut ASEAN Blogger dan pengen ke Kelir juga, malam itu diputuskan ngereta ke Jogja usai Jumatan dan nyari infest, titik jemput peserta #ngopikere.

Namun, paginya. Ngelihat timeline yang nyinyirin Asean Blogger, saya jadi kurang semangat. Oke, nyinyir memang fitur tetap sebuah acara. Tapi kecewanya saya, para penyinyir tadi adalah rata-rata peserta #ngopikere. Dari twitnya jelas terbaca, mereka memposisikan diri sebagai barisan sakit hati dari acara di Solo. Belum lagi barisan peserta yang menyatakan datang, banyak para donatur tetap acara blogger yang terpinggirkan dari ASEAN Blogger I di Bali dulu.

Belum cukup, sebelum berangkat saya punya big question untuk #ngopikere. Pertanyaan yang selalu melemahkan semangat saya untuk berangkat ke Kelir. Kenapa milih tanggal yang tepat dengan acara Asean Blogger? Padahal Solo lebih dulu mengumumkan acaranya. Saya yakin, ini bukan hanya rebutan tanggal yang memang tepat dengan liburan long weekend. Kalau memang menjunjung tinggi kebersamaan, nunggu ASEAN Blogger kelar kan bisa? Tanggal 25 depan juga long weekend. Toh kalau pun bikin acara tandingan, #ngopikere pasti bisa lebih besar ketimbang ASEAN Blogger. Saya pun memutuskan batal ke Kelir.

Yah begitulah, dunia komunitas blog di Indonesia. Bukan bagaimana caranya serius memperkaya konten, memberi perlindungan tentang tulisan atau konten dari para blogger, tapi sibuk rebutan komunitas mana yang bisa dijadiin koloni para ‘ndoro funding’. Bagi mereka, ngeblog belakangan, dulukan ngeblok. Kebersamaan? Semu dan Palsu!

Sebarkan!Share on Facebook17Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

103 comments

  1. Sam Ardi says:

    Belum lagi barisan peserta yang menyatakan datang, banyak para donatur tetap acara blogger yang terpinggirkan dari ASEAN Blogger I di Bali dulu. << Hmm..

  2. @umamoblong says:

    ya bner itu… lebih baik ngeblog dulu berburu keyword yang lagi hot2 biar fenomenal syahrini pun kalo gk cari sensasi juga sudah cepat hilang “popularitasnya”

  3. iPul Gassing says:

    ahhay..tulisan yang bernas!
    saya harus mengakui kalau dulu saya juga memang sempat ikut2an blok-blokan
    tapi akhirnya saya (dan teman-teman) jadi terbuka kalau jaman sudah berubah. blok-blokan hanya menguntungkan sponsor.

    tahun ini saya dan teman2 akhirnya memutuskan untuk ikut semua acara sepanjang kita diundang, cuma memang saya gak bisa ke Solo karena prinsipnya harus gantian. Masak saya terus yang ikutan? hihihi

    mau ke #ngopikere juga gak bisa, gak ada dana soalnya hihihihi

  4. nique says:

    awal ngeblog duluuuu … juga ikutan satu komunitas blogger, tapiiiii …. punggawa2 di sana boro2 mampir ke blog para pemula yang pada setiap acara seolah2 dimotivasi agar rajin menulis. taaaaapiiiiiiiiii klo ke blog seangkatannya atau sealirannya pasti mampir dan berbalas komen. Keren kan?
    datang pula ke PB 200x itu … dan benerlah blok2an itu memang ada :D
    so, klo gak siap dengan blok2an, di rumah aja deh kita ngeblog hahahaha

      • niqué says:

        jelas dong juara, wong pengalaman pribadi hahaha

        seleblog itu gak sadar klo mereka pun hampir mirip kek pejabat, bilang gini gitu tapi gak praktekin. well, gak semua sih, tapi yaaaa kebanyakan kek gitu hehehe … no offense yaaa yg udah jadi seleblog :D *bakal sepi nih blogku gara2 komen ini hahaha*

  5. didut says:

    mau bgmnpun bentuknya sih hrsnya tetap disyukuri msh ada event berbau blog, mau tingkat akar rumput maupun tingkat yg gak akar rumput hahahahaha~

    soalnya blog mulai agak terpinggirkan walau blog msh dalam bentuk social media, kl msh ada yang menganggap blog itu ‘seksi’ itu bagus ^^

  6. blontankpoer says:

    Awakmu emosian, Sum. apikan lek awakmu sabar sithik, tulisanmu tambah uapik…

    Tapi ya wis ben. Biarkan saja semua mengalir mengikuti sunatullah. Semua dari kita sedang berproses. Aku yakin, akan tiba suatu masa dimana blok-blokan tak berwujud asal anti, tak mau tegur sapa dan sebagainya.

    Yen aku wis jelas, memilih tidak populer di kalangan pemikir/inisiator maupun pendukung blok. Terhadap para buzzer komersil, mesku tak suka, masih bisa berkawan, bertegur Sapa dan ledek-ledekan. Hidup itu pilihan.

    Di kalangan aktivis pun, aku pun punya banyak kawan. Banyak hal yang kusuka dan tak sependapat pun kusampaikan, kadang terbuka, kadang ala nomensyen. Nyinyir sih tetep, karena itu nama tengahku.

    Banyak di antara kita, menghindari dialog, supaya saling koreksi dan melengkapi. ASAP tak sependapat, lalu anti-antinan, gak mau bicara. Mereka yg seperti itu saya kategorikan seperti rohaniwan, yang tahu pelacuran dan perjudian itu tak baik, tapi enggan menggauli mereka untuk diajak ke jalan lebih baik.

    Orang yang kenal pelacur tak bisa serta merta disebut hidung belang, kan? Kumpul sama preman bukan Berarti kriminal juga kan, ya?

    Seorang rohaniwan gak akan dicatat reputasi kerja-kerja kenabiannya jika ia hanya kumpul orang baik.

    Mari merenung deh, siapa yang harus kita ajak jalan bareng: publik, sponsor dan/atau donor, pemerintah, atau semuanya? Silakan saja, terserah pilihan Anda.

  7. mcxoem says:

    aku juga (sih belajar) sabar nunggu blok-blokan gini mari, entah sampai kapan, dhe.
    Hasil perenungan sementara, Bagusnya sih, semua bisa diajak jalan bareng, tapi unsur blok-blokannya dihilangkan dulu.. meski koyoke angel tep kudu optimis, karena pada dasarnya semua teman..

    • PRofijo says:

      Aku kok malah rung damang kie, apa terlalu lemot aku ya?

      Sampai saiki pun sing rung paham blok’e kie endi ae? sopo karo sopo?

      ABFI karo Ngopikere? Aku gak ngerasa klo itu sebagai 2 kubu yang saling bersitegang.

      Mboh aku kie dijelaske cah…..

  8. banyumurti says:

    Menarik! Tapi ya mmg itu dinamikanya. Saya sendiri hadir di dua acara tsb dan menikmati keduanya, karena ada satu hal yg ada di kedua acara tersebut: Persahabatan!

    Saya tdk pernah merasa acara yg satu lbh baik dr yg lain, makanya sejak awal sy memutuskan utk hadir di keduanya.

    Masalah blok2an? Biarlah itu menjadi milik kaum eksklusif yg merasa ada blok. Kita2 nikmati saja semua persahabatan yg terjalin, entah lewat acara apa :)

  9. yoszca says:

    sebagai blogger saya merasa lucu dengan keadaan ini..padahal pengguna social media di Indonesia khususnya blogger, belum membuat perubahan yang signifikan di kehidupan sosial bermasyarakat di Indonesia..sayangnya segelintir blogger sudah merasa paling hebat gara-gara sering membuat acara ini-itu,sering diundang acara ini-itu..padahal bila dibandingkan blogger-bbogger di Eropa&Amerika, apa yang dibuat blogger Indonesia dalam kemajuan kehudupan sosial belumlah ada apa-apanya..
    Sekarang tugas utama blogger di Indonesia adalah mengawal Pemilu 2014, agar bangsa Indonesia tak terpuruk disusupi calon wakil-wakil rakyat yang berpotensi korup..salam dari Blogger Sederhana

      • @ayankmira says:

        hai om Xoem…. setuju banget sama yang dibilang Yoszca. jadi seleb blog itu kadang bisa lebih fenomenal dibanding seleb lainnya. Merasa terkenal akhirnya lupa dengan unsur2 blogging yang membesarkannya. wis ae lah daripada kebawa pusing, mending seperti mas Banyumjrti, menikmati persabahatan itu lebih enak ketimbang blok2an. masih banyak pr para blogger yang harus dituntaskan.Tulisannya keren, tfs yaa

  10. Mas Jun says:

    Sebuah kumpulan banyak orang yang akhirnya membentuk komunitas lalu blok-blokan itu wajar banget. Sing penting yen ketemu jik ece-ecenan dan saling tegur sapa.

  11. Liza says:

    duh, saya ini lugu, begok, enggak Gaul atau apa ya cocoknya? saya baru tahu kalau ngopikere itu adalah mereka yang kontra terhadap aseanblogger. dulu saya kira ngopikere itu komunitas pecinta kopi. karena isi dompet pas-pasan Jadi mereka menamakan diri kere. Aih. ternyata salah ya.

  12. nophindahoz says:

    sini mas sum, ikut gengku ajaah *tarik ke MnN’s* :p
    btw, samean belum ngambung Zeezee ku yang cantik, huh, sombong! Padahal kate tak kenalno nang anakku, “iki lo nduk, koncone bunda sing bien senengane tak kusuk-kusuk” :D

      • nophindahoz says:

        hakhakhaaakk.. tak kandakno masTur lo!
        tapi curhat sitik mas, sing rodok nyambung ama isi postinganmu sing iki.
        Saya ngeblog dari hati (eciee) dan nggak pernah mau tahu (sebenernya memang ga tahu dan walau tahu tak akan pernah ngerti, walau ngerti pun tak akan pernah memahami) kalo ada blok2an buat blogger. Yang saya tahu, saya suka mencurahkan isi hati dan pikiran di blog, terlepas dari apa-apa yang lagi rame di sana-sini.
        Kadang ngiklan di blog atau twitter sekedar sampingan, soalnya kalo ada rezeki ya ngapain ditolak, bisa buat tambah-tambah tabungan buat sekolahnya Zee mben hakakakaaaa….
        Kadang ikut lomba blog kalo temanya sesuai kesukaan, kalo nggak ya nggak memaksakan diri.
        Ya kalo dibilang blogger non blok, bisa iya bisa nggak sih, pokoknya saya blogger deh, babah pokoke blogger.

  13. DV says:

    Tulisan yang menarik sih… tapi kalo Mas datang ke acara Ngopikere apa ya akan ada tulisan ini? atau malah sebaliknya? :)

    Saya hanya berdoa semoga tidak ada yang dulunya merasa dipinggirkan tapi malah terjun ke dalam acara yang sekaran ;)

    Salam kenal ya… saya sedang belajar.

    • mcxoem says:

      sebenarnya ini tulisan ketiga tentang blok-blokan komunitas blog gini, dulu “banyak kubu itu baik”, “froglamasi gerakan non blog” tapi keduanya ikut mati dengan matinya blog lama si frog..
      datang enggak tetap ada tulisannya, dan mungkin lebih berimbang..
      eh masnya kenapa nggak jadi datang, emang janjian cuma ngramein di TL aja kan sama panitianya..
      yah.. untuk mematangkan, kita memang butuh kompor mas hahaha

      • DV says:

        Iya saya memang dibayar mahal untuk manas-manasin dan mereka ga kuat untuk bayarin tiket saya ke sana. Entah kalau mereka didekati telco sih hehehe

    • Rusa says:

      “Saya hanya berdoa semoga tidak ada yang dulunya merasa dipinggirkan tapi malah terjun ke dalam acara yang sekarang”

      Bwahahahaha X)))

  14. Lusi says:

    Aku sudah tuwek dik, tapi baru sekarang tahu dan rajin ngeblog. Alhamdulillah terseret ke arus yg sesuai dan akhirnya dapat undangan di Solo. Suasananya nyenengke, merangkul semua peserta untuk giat ngeblog, nggak sempet memperhatikan diluaran. Kebanyakan kami konsen cari teman baru, pencerahan & hal2 yg memberi semangat. Baru di hari terakhir lihat TL ternyata kami diamati secara nylekit. Sebagai wong tuwek, aku ngeman energi kok dipakai nggo ngawas2i sesama blogger seperti itu. Padahal nama-nama para pengamat itu, sak ngertiku, orang pinter semua, ahli semua, bukan tandingan untuk emak2 yg disuruh bikin artikel English saja sampai mules2. Pasti beliau-beliau itu kalau bikin karya sendiri akan jauh lebih bagus. Jadi berkarya saja yang spektakuler, mengko tak kasih tepuk tangan sing seru. Peace. Salam kenal.

  15. GunKlaten says:

    saya kebetulan kemaren dapat undangan asean blogger, dan pada waktu makan siang saya sempat ngobrol2 dengan salah satu komunitas dblogger (detik blog) berbincang mengenai kenapa di kaalangan blogger sendiri terdapat komunitas2 blog? ada dblogger, warung blogger, kompasiana, dll. padahal semuanya sama2 nulis.

    jadi intinya masalah blok blok an,, itu sudah wajar, sudah menjadi karakter bangsa indonesia membuat blok/komunitas sendiri sendiri, dan suka menggolong-golongkan.

    gak cuma di kalangan blogger saja, dunia bola, partai dlll jg ada blok blok an.

    asean blogger di solo kemaren bertujuan untuk mengajak blogger2 supaya menulis hal2 yang positif, menulis tentang apa saja di sekitarnya, termasuk potensi wisata di daerahnya.

    itu.

  16. ace says:

    Just sharing sedikit yang aku tahu: Jika berdasarkan kata yg namanya “Undangan” kita wajib hadir jika diundang dan kita ada lowong waktu tapi jika kita tak di undang maka “haram” hukumnya jika kita hadir. Seperti acara #aseanblogger itu pesertanya berdasarkan undangan, yg gak diundang gak boleh dateng (ntar dikira penyusup)… :D Lain halnya utk acara #ngopikere itu acara bebas tanpa undangan dan siapa pun boleh hadir disana…
    Jadi gak usah bingung2 waktu menentukan utk hadir ke acara yg mana…? hehehehe

    Aku bukan blogger, aku netizen biasa saja…

    Salam… :)

  17. Jidat says:

    apik sum, nulismu jujur.. sayang sekali kita ndak jadi berangkat bareng ke kelir, kemarin.
    tapi kalo aku kok ndak ada blok-blokan ya, soalnya dari ponorogo ada 4 undangan ke solo dan kuota sudah dipenuhi, sebagian dolan ke kelir.. kita ndak ada belok belokan soalnya sudah di bagi secara apik dan rapi.. kabeh kanca, pokoke tep mensen aku yah :*

  18. jensen99 says:

    Saya memang milih ke Solo sih. Diundang (& dijamu) Bengawan, diundang (& dibayari) panitia, plus gak ada yang ngajakin ke ngopikere. Tapi saya puas banget bisa kenalan denganmu dan teman2 lain. :mrgreen:
    Semoga aja yang blok2an gak pada jadi musuhan yaa.. ;)

  19. rara says:

    somehow kayaknya kemarin udah komen di sini setelah Lusi kok gak muncul lagi haha.

    kuulang deh..
    uhm.. been there done that.
    berasa kayak lingkaran setan aja alur dunia blogger setidaknya 5-6 thn terakhir haha.. itu aja :)

  20. Aditya says:

    Weleh.baca tulisan ini berasa baru lahir ke dunia, :D sy gak tahu adanya blok dalam blog… taunya nulis blog aja huehehe…. btw, emang apa hubungannya dengan sponsor ya kok saya gak paham…mohon pencerahannya..

    • mcxoem says:

      masalah sebenarnya bukan sponsornya mbak, tapi ‘teman-teman yang bermain makelar acara’ untuk menjembatani komunitas blogger dengan sponsor..
      tapi percaya deh, banyak teman-teman komunitas blog baik yang bersedia ngasi tips bagaimana mendapatkan sebuah sponsor, bagaimana cari modal untuk acara dll.. IMHO nggak perlu via makelar sebenarnya bisa kok. tapi track record komunitasnya yang harus dihidupkan.. :D
      semoga bisa mencerahkan :D

  21. Haya Aliya Zaki says:

    Salam kenal, Mas. Tulisannya menarik. Semakin merapat ke dunia blogging, saya jadi semakin tahu tentang ini. Saya termasuk blogger non-blok. :D Yang penting blog tetap update. :D Kalau ke Tangerang, mampir, Mas. :)

  22. fajarembun says:

    luaarr biasaaa beruntung beroo sudah bisa nge-Blog lagi.. :)) dan tulisan ini juwoooss tenan.. sampean juga bersyukur iso budhal ke event Asean Blogger.. laaah saya harus tertahan ndak bisa budhal :))

  23. Sang Nanang says:

    asal semuanya diniatkan untuk membuat kemaslahatan masyarakat tak kiro apik-apik wae, saya lebih memaknai bahwa setiap event selalu ada keterbatasan, baik daya tampung peserta, dana, manusia dll….lha kita manusia dan jelas bukan Tuhan to?
    Yang tidak kebagian di Solo bisa datang ke Kelir. Yang tidak sempat ke Kelir bisa di Solo. Dan ternyata masih lebih sangat banyak yang blogger tidak bisa datang di salah satu diantara keduanya to? Ya karena adanya keterbatasan tadi. Sing penting paseduluran tetap tanpa batas!

  24. chandra iman says:

    orang itu harus legowo, apakah karena tidak diundang kemudian jadi nyinyir? apakah karena kekurangan disuatu acara kemudian nyinyir? ck ck ck sungguh sempurna sekali orang yang suka nyinyir yang hanya asal ngomong saja tanpa melihat keadaan dari semua sisi.

    nyinyir itu boleh saja selama memberikan dampak yang positif dan disampaikan dengan bahasa yang sopan.

    ngeblok? ah kayak anak kecil rebutan mainan saja…

    menurut saya #ngopikere dan aseanblogger sama2 ingin mencapai tujuan yang baik

    jika sama-sama ingin mencapai tujuan yang baik kenapa harus dipermasalahkan…

    semoga orang-orang yang suka ngeblok diberikan pencerahan, jika blogger indonesia semua bersatu tentunya pasti akan bisa memberikan sumbangsih demi Indonesia.

    damai itu indah…

  25. kombor says:

    #ngopikere bukan untuk menandingi ABF. Mungkin ABF saja yang publikasinya kurang bagus sehingga ketika kawan-kawan yang suka ngopi di #kandangkambing rerasan pingin bikin acara dan memutuskan waktu pelaksanaan, mereka nggak tahu kalau di waktu yang sama ada ABF.

    Kawan-kawan yang menyelenggarakan #ngopikere tidak merasa bikin blok ataupun menandingi. Eh, kenapa yang ‘gagal hadir’ malah menilai seperti itu?

    Sudah disebutkan dalam poster #ngopikere bahwa cukup dibutuhkan keberanian dan kebersihan hati untuk bisa hadir dalam acara #ngopikere. Kalau ada prasangka di dalam hati ya seperti yang nulis ini, gagal hadir dan membuat isu blok-blokan.

    • Erfano Nalakiano (@ErfanoNalakiano) says:

      setahu aku teman2 dari kandang kambing (termasuk sy) tahu kok, akan ada acara ABF, kang…
      Tapi kembali lagi ke manusianya, melihat dari sisi mana. Kalau saya, berkomunitas dan mengikuti suatu acara murni untuk mencari teman dan menjalin persahabatan.

      Biar jika ada blok2an, tapi silaturahim tetap terjaga… :)

    • mcxoem says:

      saya tak membuat isu blok-blokan kang, kenyataannya memang ada perang dingin dalam dunia bloggeran.. setahu saya 3 tahun belakangan ini. Malah kaget kalau kata mbak Rara di komentarnya, ini sudah terpelihara dalam 5-6 tahun belakangan ini..

      Blog-blokan juga sudah jelas ditulis Pradna, sementara yang lain banyak juga merasakan, “kalau datang ke sini kamu anak buahnya si anu ya?

      Yang ditulis Timpakul sudah menegaskan bahwa ini bukan isu. “Dalam catatan waktu, ada Pesta Blogger, Muktamar Blogger, hingga OnOFFID dan Blogger Nusantara. Tak akan cukup waktu yang disajikan untuk kemudian menemukan komunitas blogger di nusantara ini terbangun dalam satu langkah yang berdampingan dalam perbedaannya.”
      sampai di sini masih menganggap saya tebar isu?
      oh masih.. baiklah
      Oke, jadi begini. Kalau njenengan bisa memahami komentar dari Daeng Gasing di atas, dia juga pernah ikut2an blok-blokan seperti saya juga. “Blok-blokan hanya menguntungkan sponsor.” Jelas ditulis Daeng begitu.
      Ya, akar masalah blog-blokan ini adalah tukang nyariin sponsor untuk acara blogger. Kalau mau mundur jauh, ogahnya teman-teman dengan Pesta Blogger tak lain adalah di-EO-kan. Padahal banyak keinginan teman-teman, acara kumpul blogger adalah just kopdar ringan-ringan saja.
      Namun banyak dari mereka yang dulu anti EO ala Pesta Blogger kini malah menjadi EO-nya dan menahbiskan dirinya sebagai tukang nyariin sponsor buat komunitas.

      Nah, saat ini ada dua EO blogger berseberangan. Sedihnya, dua dari EO ini datang di salah satu acara saja, dan terpisah. Yang satu di Kelir, yang satu di ABFI. Dua acara yang tanggalnya bersamaan.

      maaf kalau postingan ini membuat njenengan dan teman-teman lainnya yang sudah nyiapin #ngopikere marah. Saya pernah di posisi njenengan, membuat acara ingin ketemu, kopdar, gojegan bully offline eh malah dituduh yang macem-macem. Saya lebih parah kang, pembicara yang kami siapkan dicoreti satu per satu karena dianggap beda kubu. Sekali lagi ngapunten.
      Tapi di sisi lain, njenengan bisa lihat sendiri tho, postingan ini ternyata bisa membantu teman-teman untuk melepaskan uneg2nya karena adanya blog-blokan ini.

      Sekarang yang paling ditunggu, kapan dua tukang nyeponsorin ini datang bersamaan ke sebuah acara blogger. Lepaskan agency yg menempel, datang sebagai teman blogger. Teman blogwalk, teman blogroll dll. Atau kalau mau lebih bagus lagi, mereka sama-sama membantu nyeponsorin acara sebuah komunitas blog. Agustus acara komunitas blogger terdekat, bersediakah mereka? Atau malah rebutan nyeponsori? Kita tunggu saja :D

      • kombor says:

        Saya nggak marah kok, Mas Sum. Juga (setahu saya) mereka yang menggagas acara #ngopikere. Buat apa marah wong mereka tidak merasa ikut membuat blok-blokan.

        Kalau nggak percaya, kapan ada waktu silakan duduk bersila bareng dengan mereka. Mereka penuh ketulusan dan mengedepankan persahabatan dan persaudaraan. Jauh sekali dari keinginan untuk bersaing-saingan atau blok-blokan.

      • fajaws says:

        “Namun banyak dari mereka yang dulu anti EO ala Pesta Blogger kini malah menjadi EO-nya dan menahbiskan dirinya sebagai tukang nyariin sponsor buat komunitas.”

        pinter arek2 iku, cocok dadi wong parpol.

  26. karel anderson says:

    postingan blak-blak’an yang selalu menarik untuk dibaca. bukan cuma postingannya tapi komentar-komentarnya…

    banyak event blogger sebenarnya banyak kemajuan kekreatifan di kalangan bloggernya. Mungkin event-event tersebut punya tujuan tertentu bagi kalangan penyelenggaranya, tapi hikmahnya dengan event-event tersebut artinya kita bisa punya banyak alternatif tempat kopdaran bagi kalangan pesertanya :D

    ketika kita datang di event, tapi difasilitasi ya syukur kalo datang ke event tapi dengan swadaya dana sendiri ya kalo kitanya ikhlas syukur jugaaa… yang penting happy :D

  27. nieth says:

    sundul teruss… sampek satus komen e.. :))

    kalo aku sih masih cupu mas Sum.. yang penting happy2 aja bisa kenalan ama blogger dari seluruh penjuru negeri dan juga ASEAN.. hihihihi..

  28. rasarab says:

    WADUH KOMENE BANYAK BANGET, NLOGGER BLOGGER YANG ABIS KOMEN PASTI NJUK BULAN INI MENDADAK UPDATE BLOG MESTI, ANE YAKIN : ))))

    INI POSITIFNYA DARI SEMUA YANG NGANGKAT TEMA BLOCK BLOCK AN, KARENA KALAU IKUTAN NIMBRUNG TAPI GAK UPDATE PASTI ISIN, PASTI MALU : ))))

    DARI ANE SIH, MENDING KITA YANG MUDA MUDA INI NON BLOG AJA YANG PENTING KEKANCAN. NGEBLOG SEWAJAR NYA SEPERTI BIASA KETIKA AWAL AWAL NGEBLOG. GAK KENAL GINIAN

    TAPI JUJUR SEBENARNYA YANG MEMBUAT BLOGGER JADI KAYAK GINI KUSUS NYA DI INDONESIA ADALAH KARENA SOSIAL MEDIA TERUTAMA TWITTER, COBA GAK ADA ITU PASTI GAK GINI GINI AMAT. : )))

    JANGAN #TERLALUSERIUS CEPET MATI DAN BUTUH KEDEWASAAN DALAM BERSOSIAL MEDIA

    @RASARAB – BLOGGER MUDA SEJATI
    ———————————————————–

    BTW INI ANE KOMENG YANG KEBERAPA YA DISINI? :o

Leave a Reply