Yang The Tribe (2014)

Menikmati film tanpa dialog, agak susah memang. Tapi film bisu (dalam arti sebenarnya) satu ini, cukup mudah untuk dinikmati dan keindahan dari pesan yang disampaikan juga bakal didapatkan. Pantas lah kalau film ini menang di berbagai ajang festival dan masuk tagar #rekomendeath dari MzDon.

Dari judulnya saja, sebuah sindiran langsung diberikan oleh sang sutradara, Myroslav Slaboshpytskiy. Ia menyindir kita yang kerap memberi klasifikasi dan penyukuan kepada mereka yang dipandang tak sama berdasarkan segi fisik. Yakni para difabel. Dan ‘suku terbatas’ yang dibahas dalam The Tribe ini adalah  tunawicara: suku bisu.

Film bisu ini berbeda dengan film bisu kebanyakan macam pantomim dan sejenisnya. Bisu di sini literally. Dialog yang digunakan oleh film dengan durasi 130 menit itu menggunakan bahasa orang bisu: bahasa tubuh.

Tapi, backsound tetap ada kok. Suara ketukan pintu, mesin mobil, langkah kaki semua masih lah ada. Hanya kalimat dari mulut yang tiada. Saudara tak akan tertipu dan sudah diperingatkan dengan indahnya di awal:

This film is in sign language. There are no translation, no subtitles, no voice-over.

Film asal Ukraina ini bercerita tentang penggalan kisah hidup seorang Serhiy (Grygoriy Fesenko) -karena ini film bisu, untuk mencari nama tokoh dari film ini pun harus menunggu di credit title- yang pindah ke asrama semacam Sekolah Luar Biasa khusus mereka penyandang tuna wicara.

Ndilalah, kehidupan di asrama tersebut sangat keras. Bukan hanya palak-memalak, guna memperpanjang hidup mereka pun melakukan prostitusi. Tiap malam, dua wanita penghuni asrama, Anya (Yana Novikova) dan Svetka (Roza Babiy) dijajakan tubuhnya ke pangkalan truk oleh komplotan asrama.

Serhiy diceritakan jatuh hati kepada Anya. Setelah sukses melewati perploncoan dengan memenangkan ajang perkelahian, Serhiy pun menjadi anggota komplotan itu dan akhirnya bisa mendekati Anya.

Drama dan dilema pun datang saat Serhiy terpaksa menggantikan calo prostitusi yang tewas karena kunduran truk (hanya frasa dari bahasa jawa ini, “kunduran” yang pas daripada bahasa Indonesia untuk menyebut orang tertabrak truk yang tengah mundur. Akhirnya misteri dan joke silang bahasa ini kesampaian tertuliskan juga). Serhiy tak rela melihat gadis pujannya dijual tubuhnya untuk menghangatkan para sopir truk.

Sex, aborsi dan kekerasan menjadi bumbu yang disajikan dengan apiknya oleh Slaboshpytskiy. Ah, saya tak akan menceritakannya secara detil dan spoil. Silakan unduh dan nikmati sendiri saja di sini, mengunduhnya dengan torrent, tentu saja.

Sebarkan!Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+1Email this to someone

Leave a Reply