Yang 23 April, Ketenaran Adalah Bualan

Hari ini, Hari Buku Dunia, tak ada salahnya untuk mengingat sejarah sastra yang merupakan paradoks yang tiada henti.
Apakah kisah terpopuler di Alkitab? Adam dan Hawa menggigit apel. Itu tak pernah terjadi.
Plato tak pernah menulis barisnya yang paling tenar: “Hanya kematian lah yang terlihat di akhir perang.”
Don Quijote de la Mancha tak pernah berkata: “Biarkan anjing itu menggonggong, Sancho. Itu pertanda kita masih berada di jalurnya.”
Kutipan Voltaire yang dikenal terbaik, tak pernah diucapkan atau ditulis olehnya: “Aku memang tak sependapat dengan perkataanmu, tapi sampai mati pun akan kubela hakmu untuk mengatakannya.”
Georg Wilhelm Friedrich Hegel tak pernah menulis: “Semua terori itu abu-abu, kawan, tapi hijau itu adalah tumbuhan kehidupan.”
Sherlock Holmes tak pernah berkata: “Yang paling pokok, Watson.”
Tak ada di buku-buku atau pamflet-pamfletnya kalau Lenin menulis, “Tujuan lah yang menyiratkan makna.”
Bertolt Brecht bukanlah penulis dari pusinya yang paling banyak dikutip: “Pertama kali mereka mendatangi Komunis/ dan aku tak berbicara karena aku bukan lah Komunis“
Dan begitu juga dengan Jorge Luis Borges penulis dari puisi terbaiknya yang paling tenar: “Jika aku masih bisa melakukan sesuatu ketika hidupku berakhir / Aku ingin mencoba membuat beberapa dosa lainnya…”.

***

Disadur dan diterjemahkan dari “Fame is Baloney” di buku “Children of the Days”, Eduardo Galeano

Sebarkan!Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+1Email this to someone

Leave a Reply