Yang 29 April, Cuma Tentang Gajah Betina

Siapa yang tahu jalan pintas untuk melintasi belantara Afrika?
Siapa yang tahu cara menghindari intaian pemburu gading atau binatang buas lainnya?
Siapa yang bisa membaca jejak langkahnya sendiri dan jejak sesamanya?
Siapa yang mampu menjaga ingatan yang bermacam-macam itu?
Siapa yang bisa memancarkan sinyal yang tak bisa didengar atau diurai manusia?
Sinyal yang membuat takut atau membantu, ancaman atau sapaan, dari jarak 10 mil?
Dia adalah, gajah betina tua. Yang tertua, yang terbijak. Satu-satunya yang berjalan di kepala para kawanannya.

***
Disadur dan diterjemahkan dari “She Doesn’t Forget” di buku “Children of the Days”, Eduardo Galeano. Entah si penulis tak menemukan kejadian bersejarah di tanggal ini atau bagaimana, saya tak tahu. Sementara Hari Gajah sendiri diperingati tiap tanggal 12 Agustus. Yang saya tahu, saya semakin tahu tentang kehebatan gajah betina.

Maaf kalau menempatkan kata ‘cuma’ di judul, hanya ingin mengisyaratkan bahwa tidak ada sejarah yang tertulis di hari ini. Jadi, mari kita mencetak sejarah untuk kita sendiri di hari ini!

Sebarkan!Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+1Email this to someone

Leave a Reply