Yang 30 April, Kamisan

Sore ini pada 1977, empat belas ibu, yang anak-anaknya sama hilang, bertemu untuk pertama kalinya.

Pict by WSJ

Sejak saat itu mereka menjadi kelompok yang melakukan pencarian, dengan berkelompok mereka mengetuk pintu-pintu yang tak pernah mau terbuka. “Semua untuk semua,” kata mereka.
Mereka berkata, “Semua untuk anak-anak kita.”
Beribu-ribu anak kecil dirampas oleh diktator militer Argentina, dan lebih dari lima ratus anak-anak diculik dan diberikan ke pemerintah sebagai harta rampasan perang. Koran, radio, TV yang terus hidup tak ada yang menyinggungnya.
Beberapa bulan setelah pertemuan pertama itu, tiga dari ibu-ibu itu, Azucena Villaflor, Esther Ballestrino dan María Eugenia Ponce, juga menghilang, sama persis dengan anak-anaknya, mereka disiksa hingga tewas.
Namun sejak saat itulah aksi Kamisan tak terbendung. Sapu tangan putih mereka terus berpindah mengelilingi Plaza de Mayo hingga keliling dunia.

***
Disadur dan diterjemahkan dari “Memory’s Circles” di buku “Children of the Days”, Eduardo Galeano.

Sebarkan!Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

Leave a Reply