Yang Bal-balan di Ramadan

Ramadan di Indonesia kali ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, khususnya bagi insan bal-balan. Ya, tiga tim Inggris yang biasa ditonton di TV hadir ke negeri kita tercinta. Kesempatan lebih dekat bertemu dengan sang bintang bal-balan pujaan.

Namun, saya tak bergeming dengan segala kemeriahan itu. Bukan, bukan karena saya penggemar AC Milan dan tak suka ketiga klub tersebut. Bukan pula saya tak ingin ketemu Arsene Wenger, Steven Gerrard atau pun Jose Mourinho.
Eh jangan salah. Eranya Dennis Bergkamp dan Anelka saya ngefans Arsenal lhoh. Gerrard pun saya selalu kagum dengan kepemimpinannya. Mourinho? The Special One ini malah satu-satunya pelatih yang masuk “Daftar Impian Interview” saya.

Sambutan meriah untuk salah satu tim Inggris yang datang. Pict nyomot dari 101greatgoals

Dari segi akses untuk ketemu mereka, (tanpa mau dibilang sombong) saya juga lebih mudah ketemu mereka daripada kalian. Tanpa harus merogoh kocek, antri atau pun berjejal-jejal.
Tapi.. Ini Ramadan, kawan. :D

Task tambahan dari pabrik untuk support liputan di Jakarta sudah saya tolak. Saya awalnya dapat yang Arsenal. Saya tolak dengan alasan nggak bisa. Benturan jadwal. Korlip pun kemudian ngalah dan bilang kalo Liverpool atau Chelsea, saya tetap harus berangkat.
Task Liverpool akhirnya dikasikan ke teman. Mau tak mau Chelsea jadi jatah saya. Dengan berat hati, saya ngeiyain tapi dengan netepin banyak syarat dan berbagai alasan. Ngelunjak dikit doms. Beruntung si Korlip akhirnya jengah dan tak menugaskan saya.

Ya, ini Ramadan kawan. Jauh sebelumnya, saya sudah punya niat ingin menebus 11 bulan sebelumnya. Kalau kata Gigi, “tenggelam melupakan diriMu.”
Lhaiyalhoya. Seringkali tiap waktu Ashar hingga Maghrib saya berada di stadion. Belum lagi kalau UCL, Carling, EPL dll, sepertiga malam terakhir kita malah asyik didepan TV dengan pegang gadget demi belagak jadi komentator via Twitter. Saya rasa, Ramadan adalah bulan penebusan.

Tanpa bermaksud menyalahkan promotor yang mendatangkan ketiganya (ngapain juga nyalahin orang bisnis). Lagipula, emang jadwal tour mereka ya bulannya ikut Masehi lah, kebetulan aja kali ini Juli bareng Ramadan. Saya merasa ketiga tim Inggris itu sengaja didatangkan sebagai sebuah ujian. Ujian bagi para insan bal-balan. Masihkah teman-teman ini tetap menjaga puasanya? Masihkah insan bal-balan ini tak meninggalkan amalan-amalan tambahan di bulan Ramadan seperti tarawih, tadarus dan lain-lain?

Video nyomot dari Youtube, katanya sih punya @LFCIndonesia

Saya sampaikan salut buat kalian yang tetap bisa nyempetinnya. Kalian lebih hebat dari saya yang kerdil ini. Ya, saya penakut dan lebih menghindari ujian tersebut.

Sebarkan!Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

Leave a Reply