Yang Bisa Pesan Kopi Pada Wasit di Tenis

Bukan sekadar memimpin jalannya pertandingan guna penentu poin, wasit di olahraga Tenis ternyata bisa jadi pelayan bagi Anda. Pemain bisa pesan kopi juga!
Eh ini serius. Seperti yang terjadi di Hopman Cup 2015, 5 Januari lalu. Mari kita cek videonya sebelum membahasnya lebih lanjut.

Di tengah jeda usai set pertama, Serena Williams, meminta kepada wasit agar memberinya segelas kopi. Bukan kopi tubruk macam kita-kita, tapi ia meminta espresso. Petenis wakil Amerika Serikat itu merasa butuh caffein untuk bisa lebih berkonsentrasi setelah kalah 0-6 di set pertama dari petenis wakil Italia, Flavia Pennetta.

Di video di atas terlihat wasit seraya tertawa dan memanggil petugas lainnya, menyanggupi permintaan Serena yang terlihat malu dengan permintaanya itu. Maklum, mungkin Serena merasa sungkan dengan tenis yang memang dikenal sebagai cabang olahraga unik dan agak rewel -kalau boleh saya bilang- sok terhormat. Udah dua jenis lapangan dan sistem poinnya juga aneh sendiri -dimulai dari 15-30-40-60. Penonton dilarang tepuk tangan selama bola jalan, diharamkan mondar-mandir, suara shutter fotografer diatur dan sebagainya.

Nah! Ini ajaibnya! Usai minum kopi, Serena membalikkan keadaaan di dua set sisa. Set kedua ia menang 6-3 dan di set penentuan ia menang 6-0. Serena pun menyumbangkan poin pertama untuk Amerika yang pada hari itu menang 3-0 atas Italia di turnamen yang diadakan di Perth, Australia ini.

Sebentar…
Kalau Anda merasa saya mau membahas tentang pengaruh kopi dengan kemenangan, atau bahasan ilmiah macam sport science di postingan ini, dan juga membahas regulasinya, sebaiknya Anda tutup page ini. Langsung ke sini, situ dan sana saja. Saya belum merasa kompeten dan mau membahasnya. Malah melenceng dari judul yang saya buat.

Dari insiden ini, saya cuma mikir dan membandingkan dengan wasit di sepakbola kita. Wasit di sepakbola Indonesia ternyata lebih dihargai.
Oke, wasit tenis memang diberi singgasana yang istilah bekennya Chair Umpires. Sementara wasit bola disuruh lari di lapangan mengikuti laju si kulit bundar. Ia paling capek di antara 25 orang yang ada di lapangan.

Tapi wasit tenis masih bisa kok kita suruh-suruh salah satunya minta kopi tadi. Nah di sepak bola Indonesia, belum bilang haus dan tanpa minta minum pun, wasit sudah langsung diberi beraneka minuman berbotol. Mulai berbahan plastik sampai botol kaca. Mulai air mineral bening, berwarna, berasa, sampai diisi air kencing.

Benar atau salah keputusan si pengadil, selama dianggap merugikan tim kesayangan langsung kita lempari salam khas suporter Indonesia, “Salam Satu Botol”.

Sebarkan!Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

One comment

Leave a Reply