Yang DNA Blog

Kalau pembaca yang budiman, budiwati (mungkin juga budiwandu) sedikit jeli, banyak kata ‘yang’ bertebaran di blog saya. Yup, saya memang sedang menjadikan “yang” sebagai DNA blog saya.

Blog ini memang sedang dalam tahap membangun. (Karena saya belum berani untuk menidur apalagi meniduri). Sejak pas mau bikin ini blog, saya selalu kepikiran tentang apa yang menjadi ciri blog saya nanti.

Untuk membuat blog, saya memang selalu kepikiran apa yang pernah ditulis mbak Pinkparis. Dulu dia pernah posting tentang DNA blog untuk membedakan blog kita dengan jutaan diary online yang ada di dunia maya.

Dalam tulisan beliau tentang DNA Blog dahulu itu, beliau mengambil contoh pada judul postingan seperti “ituh” punya Tikabanget, “Pecas Endahe” di Ndorokakung dsb. Paham tersebut kemudian saya pahami dan laksanakan di almarhum blog saya si frog.web.id. Di tiap postingan si frog dulu saya tambahi kata kwOG, karena memang tulisan saya sepeti suara kodog. Terdengar tapi jarang ada yang mau dengar :D

serpihan si frog.web.id

Tak hanya di post, saya pun coba mengkonsep si almarhum dulu dengan segala sesuatu yang berbau frog. Komentar jadi kwogmentar, categories jadi catefrogries, social media jadi frogcial media dsb. Trik DNA blog ini cukup berhasil lhooh.

“..Performa blog yang satu ini juga cukup menarik. Dengan konten gado-gado saja blog ini sudah dikunjungi sekitar 15.800 orang lebih dengan pageview sekitar 29 ribu lebih. Yang menarik, ternyata kata kunci ‘frog’ menduduki peringkat teratas search traffic. Entah ini maksudnya banyak orang mencari blog ini atau banyak orang kesasar karena kata kunci ‘kodok’ tadi..” seperti yang dituliskan senior Hurroc saat ngreview blog saya. Postingan satu ini sangat bersejarah bagi saya, dan bisa untuk pengobat rindu sama si frog.

Kini dengan blog baru, saya akhirnya nemu “yang”. Alasannya sih simple, biar saya segera dapet yang. Karena saya memang sedang raduwe yang. Saya ibaratnya yin, butuh yang. Biar imbang. Itu saja alasannya.

Perkara si “yang” tidak menggenjot trafik karena memang termasuk kata umum dan sudah bertebaran, bagi saya bukan masalah. Yang penting saya nanti dapet yang. Yang (kurang) penting, kembali ke atas tadi, minimal saya sudah mencoba membikin ciri atau DNA dalam blog saya. Tak hanya di judul postingan, dalam seluruh aspek ke-blog-an saya, minimal si “yang” sudah mewarnainya.

Perkara si yang udah keduluan blog lain, atau kalau syukur belum dipake dan ada yang mau pake juga, bukan masalah besar. Seneng juga dong, bisa meramaikan khasanah yang-yangan Indonesia.

 

Sebarkan!Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

2 comments

Leave a Reply