Yang #Hipotesum: Iya, Juve ke Final UCL, Tapi

Beragam prediksi bermunculan setelah undian babak semifinal UCL lalu. Sebagai pakar prediksi hasil sepak bola yang sudah dipercaya oleh mereka yang tersesatkan, #Hipotesum pun ikut ketiban sampur untuk mengeluarkan maklumat perkiraannya.

Dibanding tiga semifinalis lainnya, Bayern Muenich, Barcelona, dan Real Madrid, tarikan energi yang terpancar dari Juventus sangat kuat di musim ini. Energi itu bahkan mampu menyeret perhatian #Hipotesum -yang jelas-jelas Milanisti- untuk mengulik retorika mereka di final UCL.

Dari hasil analisanya, #Hipotesum yang selalu menggunakan metode ilmiah 3G (Gothak Gathik Gathuk), menyimpulkan bahwa Juventus memang bisa ke final.

Olympic Stadium, Berlin, sebagai tempat dilangsungkannya final musim ini itu lah yang membuat Si Nyonya Tua bisa tersenyum di antara buaian kipas dari para dayangnya di peraduan final nanti. Nama stadion itu lah yang membawa tuah bagi Si Zebra.
Hipotesa di atas dapat kita lihat dari tabel di bawah ini:

hipotesum_UCL

Terpampang jelas di sana, dan makin terang karena diwarnai beda, Juve selalu melenggang ke final jika nama stadionnya menggunakan kata Olympic. Bukanlah -meminjam istilah mendiang Asmuni- hil yang mustahal kalau Olympic Stadium, Berlin tahun ini menjadi magnet yang menarik Juventus ke final.
Eits Juventini jangan senang dulu. Masih ada tapinya.

Tapi, dalam terawangan #Hipotesum, Si Nyonya Tua ini terlalu renta untuk mendapatkan mahkotanya lagi. Tim asuhan Allegri ini, maaf, hanya akan dibuat gigit jari. Lawan mereka lah yang mendapatkan trofi.

Penghambat bagi Juventus untuk meraih gelar UCL musim ini tak lain dua negara asal di pertandingan semifinal lainnya yang akan menjadi calon lawan Juventus di final. Yakni Jerman sebagai negara asal dari Bayern dan Barcelona yang berasal dari Spanyol.

Mohon Anda naikkan lagi kursor Anda ke tabel di atas kembali. Perhatikan jika Juventus bertemu dengan tim asal Spanyol dan Jerman. Hasilnya? Mentok jadi runner up saja, kan?

Selayaknya pengemudi kendaraan umum, dapat saya sampaikan di sini bahwa resiko apapun di belakang, sepenuhnya ditanggung penumpang.
Percaya atau tidak? Baiknya sih jangan percaya.

Sebarkan!Share on Facebook4Tweet about this on TwitterShare on Google+1Email this to someone

2 comments

Leave a Reply