Yang Pilgub Sebaiknya Satu Putaran

Sudah lama rasanya saya selalu memposisikan diri sebagai golput di pemilu-pemiluan ini. Terakhir saya ikut coblosan itu ya Pemilu sekaligus Pilpres 2004. Waktu itu kebetulan sodara ada yang mau jadi DPR RI dan akhirnya ikut nyoblos SBY.

Setelah itu, dalam setiap even Pemilu baik Pilkada Bupati hingga Gubernur saya selalu memposisikan diri sebagai si putih yang tak bersuara. Suara saya tersimpan rapi dan hanya saya siapkan untuk ngoposisi pemerintah. Seperti golput kebanyakan. Ikut nyinyir sana-sini kalau ada kebijakan pemerintah terutama kepala daerah yang tengah salah. Toh nggak ikut jadiin mereka.

Namun, setelah berkaca pada Pilgub 2008 yang sampe tiga putaran dan menelan dana lebih dari satu triliyun itu, saya kok merasa harus ikut nyoblos kali ini. Motivasi saya, eman duik e.
Duit segitu bisa bangun infrastruktur atau jalan raya di Jatim yang masih ribet. Sering PP Surabaya-Malang memang membuat saya merasakan sengsaranya macet. Terutama Malang dan Batu, jalan raya harus segera ditambah. Jalur lingkar, fly ofer harus dibikin lagi karena pelebaran jalan juga tidak mungkin.

Menurut hemat saya, alangkah lebih baiknya kalau sekarang ini kita bareng-bareng ikut menghemat anggaran pemerintah. Duit kita juga lhoh. Okey ini namanya Pesta Demokrasi, tapi untuk anggaran kita tak seharusnya ikut berpesta.

Peluang untuk terjadi dua atau tiga putaran besar terjadi kali ini. Maklum dua peserta yang bikin heboh dengan tiga putarannya di 2008 lalu kembali bertarung. Ya Karsa dan Khofifah.
Selain mereka berdua, keikutsertaan Bambang DH kali ini juga membuat peluang dua atau tiga putaran itu kian membesar. Mereka kuda hitam yang berbahaya dan siap menerjang. Timses Bambang yang dari partai Banteng sudah membuktikan mereka mampu menggulingkan incumbent di Jakarta dan Jateng.

Lantas, bagaimanakah agar kita bisa membantu ikut satu putaran? Jawaban saya simpel, ikut datang nyoblos.
Lha trus apa hubungannya?
Simpel juga kok. Jadi gini bero sist. Menurutku, kita bantu nyoblos yang punya peluang besar untuk menang aja. Caranya, sepekan sebelum coblosan kita pantengin terus lembaga survey. Ambil tiga atau lima dari hasil lembaga survey yang berbeda. Misalnya udah tiga lembaga survey nyebut Karsa yang tertinggi, ya udah coblos Karsa aja. Kalau semua bilang Khofifah yang tertinggi, ya Khofifah aja. Kalau misalnya Bambang menang di satu survey, ya jangan dicoblos, cari yang lain.
Nah kalau kita rame-rame nyoblos yang tertinggi dari hasil survey, satu putaran saya nilai bisa terwujud.

Pemilu mah jangan lagi terpengaruh fanatisme satu calon, toh mereka juga bakal lupa dan nggak ngenalin kita saat jadi nanti. Ambil aja keuntungan saat mereka kampanye, tapi nyoblos, bantu yang satu putaran. Karena itu yang benar-benar membantu kita sebagai rakyat. Anggaran diperhemat!

Sudahlah, jangan pesimis terus ama pemerintah. Niat kita mau bantu hemat mereka, jauhkan pikiran kalau anggaran yang kita bantu berhemat ini nanti dikorup ama pejabat. Tuhan tidak tidur dan selalu memerintahkan KPK untuk njagain dan ngembaliin duit yang dikemplang koruptor.

Sebarkan!Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone
This entry was posted in Curhat.

One comment

Leave a Reply