Yang Surat untuk Serat

Wah hari ini, sudah tiga tahun usia dek Serat. Pasti kamu makin pinter nyanyi, makin cerewet kalau bertanya dan sudah bisa bercerita.

Kalau Bapakmu sudah bikin surat buat kamu, Om Acum boleh kan ikut-ikutan bikin surat buat dek Serat? Boleh nggak boleh Om Acum tetep bikin juga. Toh bayangan dek Serat sesekali muncul lagi kalau Om Acum melihat beberapa barang, terutama; bungkus rokok biru, buku, gelas kopi, hingga asbak dengan serakan puntung rokoknya.

Barang-barang itu adalah caramu mendeskripsikan Bapakmu. Liat bungkus rokok biru, kamu dulu pasti langsung nyebut, “Bapak”. Ada buku di meja, kata “Bapak” lah yang kamu sebut. Secangkir kopi di samping asbak, tetap kamu akan nyebut, “Bapak!”.

Dengan satu kata “Bapak” itu lah, dek Serat berusaha melindungi barang bapakmu. Batas tegas langsung kamu berikan. Om Acum dan yang lain nggak boleh menyentuh atau mengambilnya.

Dengan keberadaan barang-barang itu pula, kamu juga tak akan bisa dibohongi kalau Bapakmu ada di sekitar situ. “Bapak Daya lagi pergi” juga akan langsung kamu bantah dengan menunjuk barang-barang tadi.

daya_

Dek Serat.
Bayanganmu juga akan muncul setiap ada yang manggil aku ‘Om Acum’. Panggilan itu memang pemberianmu dan jujur aku suka akan hal itu. Lucu.

Dek Serat. Iya deh Daya deh kalau kamu mulai cuek dipanggil begitu.
Aku jadi kangen momen di mana kamu membuatku merenung di Bandung dulu. Ciumanmu kalau pamit pulang. “Om Acum dicium juga dong. Kasian nggak ada cewek yang mau nyium,” kata Bapakmu.
Atau tawaranmu “Om Acum makan”, yang selalu membuatku berpikir bahwa cuma kamu wanita yang perhatian padaku. Dulu.

Daya.
Tahu nggak kalau menggendongmu, menjemputmu pulang sekolah, ngajarin cuci tangan hingga menyapu lantai sebenarnya selalu membuatku tertegun. Tercenung dalam permenungan bahwa aku sebenarnya sudah pantas dan kepengen memiliki dan membesarkan anak. Waaa~

Ah. Om Acum jadi pengen segera punya baby juga. Doakan yaa. Seperti aku yang selalu mendoakanmu berbahagia dan pancaran bahagiamu meliputi Bapak dan Mbokmu, serta orang-orang di sekelilingmu.

Selamat bertumbuh kembang dengan bahagia, Serat Sati Dhyana.

Sebarkan!Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+1Email this to someone
This entry was posted in Curhat.

4 comments

  1. Firzarichsan says:

    “Om Acum dicium juga dong. Kasian nggak ada cewek yang mau nyium,”
    HAHAHAH aduh mz, bagian ini ko ngakak ya wkwkwk

Leave a Reply