Yang Timnas Pelajar U-18

Tak banyak yang tahu (karena tak banyak, hampir tak ada malah yang memberitakan) sepak bola Indonesia kelompok umur baru saja menuai prestasi. Ya, Timnas Pelajar U-18 kita baru saja menjadi runner up dari 41’s Asian Schools Championship 2013 Thailand.

Saya sendiri sempat tahu sedikit kiprah perjalanan tim asuhan Carlos De Mello ini. Karena kebetulan bek mereka, Herri Kris asal Surabaya dan saya kenal ukur-ukur. Saya pantau perkembangan Timnas Pelajar ini dari BBM-an sama dia. Namun, saya tak bisa memberitakan di pabrik saya, karena Herri yang kelelahan sehabis main tak mungkin saya interogasi lengkap terkait fakta pertandingan. Terutama daftar pencetak gol.
Walhasil saya hanya bisa share tipis-tipis di timeline beberapa info tentang mereka.

Jeffri (kiri) dan Carlos De Mello pemanasan ujicoba di Bandung jelang keberangkatan ke Thailand

Browsing terkait event ini susahnya minta maaf bero. Media di Indonesia juga tak ada yang ikut ngeupdate event 41’s Asian Schools Championship 2013 ini. Situs resmi Kemenpora (pihak yang ngeberangkatin mereka) pun nihil info. “Ya karena Kemenpora memang tidak memberangkatkan wartawan. Kami juga agak gimana gitu tak ada yang memberitakan tentang kami,” keluh asisten pelatih Edi Prayitno ketika saya bersua dengannya di Magelang Jumat lalu.

Ya, saya baru tahu agak banyak perjalanan tim ini setelah bertemu dengan pak Edy dan gelandang mereka, Muhammad Jeffri, yang kebetulan gabung dengan Diklat Persib. Jadwalnya ternyata cukup padat. Setiap tim main saban hari dan baru ada jeda jelang final. Final pun, tim lainnya masih bertanding untuk penentuan ranking.

Berikut kiprah Timnas Pelajar pada event 41’s Asian School Championship 2013, 9-15 November 2013:
Day 1: Indonesia 3-0 Malaysia
Day 2: Indonesia 0-4 Thailand
Day 3: Indonesia 7-1 Hongkong
Day 4: Indonesia 1-1 Srilanka
Indonesia kemudian lolos sebagai runner up grup A, juara grup dihuni Thailand. Timnas Pelajar U-18 ini kemudian menghadapi juara grup B, China dan Thailand menghadapi Korsel.

Babak Semifinal
Day 5: Indonesia 2-0 China
Day 6: Libur
Babak Final, sayang dua penggawa Timnas absen karena akumulasi kartu. Salah satunya adalah Herri.
Day 7: Indonesia 1-2 Korea Selatan

Menjadi runner up di event ini, sebenarnya prestasi cukup membanggakan. Pasalnya, pada event sebelumnya tim asuhan Indra Sjafri yang merupakan cikal bakal Timnas U-19 saat ini lah yang diberangkatkan ke Iran. Mukhlis Hadi Ning Syaifulloh saat itu hanya mampu menempati ranking 5.

Edy Prayitno

Tahun 2012 lalu yang jadi juara Iran selaku tuan rumah. Iran sendiri absen tahun ini. “Setiap negara Asia bebas mau ikut atau tidak. Tapi mereka tetap membayar, katakanlah iuran untuk event ini,” lanjut Pak Edy.

“Seingat saya, kita pernah jadi juara di event ini. Waktu jamannya Ali Sunan masih junior. Lupa tahunnya. Tapi saat itu kita banyak yang curi umur. Sampai sekarang tim-tim lain seperti Korsel kayaknya curi umur juga. Lha verifikasinya cuma paspor. Nggak ada screening ketat. Tapi saya jamin kita kali ini sportif,” jelas pak Edy yang kini aktif membina Diklat Salatiga.

Untuk tahun depan, menurut Pak Edy, event ini akan singgah di Indonesia, “Masih dibahas. Banyak negara lain yang minta kita jadi tuan rumah.”

Sebarkan!Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

One comment

Leave a Reply